Minggu, 29 Maret 2015

MEMO



Apa yang dimaksud dengan memo ?
Sebuah memo atau memorandum adalah :
o     Dokumen dalam bentuk tulisan di kertas
o     Digunakan untuk berkomunikasi dalam organisasi
o     Biasanya pendek
o     Berisikan Untuk/Kepada, Dari , Tanggal, Judul,  and Isi Pesan
o     Tidak perlu untuk ditandatangani , tapi kadang-kadang memiliki nama pengirim di bagian bawah untuk menjadi lebih ramah , atau nama lengkap pengirim agar lebih formal .Jika ragu , mengikuti gaya perusahaan anda .

Mengapa menulis memo ?
Catatan yang berguna dalam situasi di mana pesan teks atau e-mail yang tidak cocok .Misalnya , jika anda akan mengirim sebuah objek , seperti sebuah buku atau kertas yang harus ditandatangani , internal melalui kantor pos , anda dapat menggunakan sebuah memo sebagai penutup semua untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan penerima

Bagaimana menulis memo
Memo harus memiliki bagian dan konten sebagai berikut :
1.      Bagian “untuk” mengandung nama dari penerima. Untuk catatan informal, penerima  diberikan nama singkat misalnya “ untuk: Andy “  . Untuk lebih formal, catatan menggunakan nama lengkap si penerima .Jika penerima adalah di lain departemen, maka menggunakan nama lengkap dan departemen nama. Hal ini biasanya tidak perlu untuk menggunakan Tn, Ny, atau Nn kecuali memo sangat formal.
2.      Bagian  “dari” mengandung nama pengirim . Catatan untuk bentuk informal , cukup diberikan nama singkat misalnya “Dari : Bill“  .Untuk lebih banyak catatan resmi , biasanya menggunakan nama lengkap pengirim . Jika penerima berada di departemen lain maka , menggunakan nama lengkap dan nama departemen .Hal ini biasanya tidak perlu untuk menggunakan Tn, Ny maupun Nn kecuali memo yang sangat formal .
3.      Bagian “Tanggal” .Untuk menghindari kebingungan antara sistetangg Inggris dan Amerika tulis bulan sebagai kata atau singkatan; misalnya' Januari ' atau ' Jan.
4.      Bagian Judul
5.      Isi Pesan
Kecuali memo adalah catatan singkat , sebuah pesan memo harus terorganisir dengan baik  yang  mengandung uraian berikut :
·         Situasi - pengenalan atau tujuan dari memo
·         Masalah ( opsional ) - misalnya: ' sejak dengan berpindah ke kantor baru di kowloon bay , staf mengalami kesulitan untuk menemukan sebuah di dekatnya tempat untuk membeli makan siang . '
·         Solusi ( opsional ) - misalnya: “ menyediakan oven microwave di dapur akan memungkinkan staf untuk membawa dengan cara mereka sendiri  dan memanaskan ulang makanan mereka . “
·         Tindakan - ini mungkin yang sama dengan solusi atau bagian dari solusi yang harus dijalankan. Misalnya  “ Kami akan sangan menghargai jika anda memgotorisasi hingga $3000 “
·         Kesopanan – Anda ingin menghindari penerima menolak untuk mengambil  tindakan maka merupakan hal yang penting untuk mengakhiri dengan ungkapan yang  sopan misalnya, “sekali lagi, terima kasih atas dukungan anda” , atau lebih secara informal  “terima kasih “ .

6.      Tanda Tangan

Selasa, 20 Januari 2015

Daftar Pustaka

1.      Pengertian Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah semacam rujukan seorang penulis dalam menyusun karyanya. Daftar pustaka dapat kita temukan di makalah, laporan penelitian, skripsi maupun essay. Daftar pustaka penting perananya dalam sebuah karya tulis. Sebuah karya tulis besar yang tidak memiliki daftar pustaka bisa saja diragukan kebenarannya.
Definisi Daftar Pustaka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit dsb yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun berdasarkan abjad. Daftar sendiri didefinisikan sebagai catatan sejumlah nama atau hal yang disusun berderet dari atas ke bawah.

2.      Cara Membuat Daftar Pustaka
a.       Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari internet :
·         tulis nama,
·          tulis (tahun buku atau tulisan dibuat dalam tanda kurung) setelah itu beri (tanda titik),
·         tulis judul buku/tulisannya lalu beri (tanda titik) lagi,
·         tulis alamat websitenya gunakan kata (from) untuk awal judul web dll setelah itu beri tanda koma,
·         tulis tanggal pengambilan data tersebut.

b.      Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku :
·         penulisan nama untuk awal menggunakan huruf besar terlebih dahulu setelah nama belakang ditulis beri (tanda koma), dimulai dari nama belakang lalu beri (tanda koma) dan dilanjutkan dengan nama depan,
·         tahun pembuatan atau penerbitan buku,
·         judul bukunya ingat ditulis dengan mengunakan huruf miring setelah judul gunakan (tanda titik),
·         tempat diterbitkannya setelah tempat penerbitan gunakan (tanda titik dua), dan
·         penerbit buku tersebut diakhiri dengan (tanda titik).

c.       Penulisan daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam buku yang sama :
·         tulis nama belakang dari penulis yang pertama setelah nama belakang beri (tanda koma) lalu tulis nama depan jika nama depan berupa singkatan tulis saja singkatan itu setelah nama pertama selesai beri (tanda titik) lalu beri (tanda koma) untuk nama kedua / ketiga ditulis sama seperti nama sali alis tidak ada perubahan, yang berubah penulisannya hanya orang pertama sedangkan orang kedua dan ketiga tetap. Setelah penulisan nama kedua selesai, nah jika tiga penulis gunakan tanda dan (&) pada nama terakhir begitupula jika penulisnya hanya dua orang saja, setelah penulisan nama selesai,
·         tahun pembuatan atau cetakan buku tersebut dengan diawali [tanda kurung buka dan kurung tutup/ (  )] setelah itu beri (tanda titik).
·         judul buku atau karangan setelah itu beri (tanda koma) dan ditulis dengan huruf miring ok.
·         yaitu penulisan tempat penerbitan/cetakan setelah itu beri tanda titik dua
·         nama perusahaan penerbit buku atau tulisan tersebut dan diakhiri (tanda titik).  Untuk gelar akademik tidak ditulis dalam penulisan daftar pustaka.

3.      Contoh Daftar Pustaka
a.     Contoh Daftar Pustaka dalam pengambilan data dari internet :
lbarda (2004). Strategi Implementasi TI untuk Tata Kelola Organisasi (IT Governance).From http://rachdian.com/index2.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=27&Itemid=30, 3 August 2008

b.    Contoh daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku :
·      Peranginangin, Kasiman (2006). Aplikasi Web dengan PHP dan MySql. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
·      Soekirno, Harimurti ( 2005). Cara Mudah Menginstall Web Server Berbasis Windows Server 2003. Jakarta: Elex Media Komputindo.
             
c.     Contoh daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam buku yang sama :
·      Suteja, B.R., Sarapung, J.A, & Handaya, W.B.T. (2008). Memasuki Dunia E-Learning, Bandung: Penerbit Informatika.
·      Whitten, J.L.,Bentley, L.D., Dittman, K.C. (2004). Systems Analysis and Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill Education.


Referensi:


Kutipan

A.    Pengertian Kutipan
Kutipan adalah pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama ketika ekspresi dikutip terkenal atau eksplisit dihubungkan dengan kutipan ke sumber aslinya, dan ditandai oleh (diselingi dengan) tanda kutip. Kutipan adalah suatu kata yang mungkin semua orang belum tahu apa maksudnya. Kutipan juga merupakan suatu gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
B.     Cara Mengutip
1.      Kutipan langsung dapat dilakukan dengan cara:
·         dalam bentuk aslinya, tidak disingkat, tidak dipotong, dan tidak diterjemahkan;
·         dalam bentuk terjemahan;
·         dalam bahasa aslinya, kemudian diterjemahkan;
·         atau aslinya dimasukkan dalam lampiran, dan terjemahannya dimasukkan dalam teks.
2.      Kutipan tidak langsung dapat dilakukan dengan cara:
·         menggunakan kata-kata sendiri, akan tetapi pengertiannya tidak berbeda dengan ide/bahan/data orang lain yang dikutip;
·         membuat tabel, peta, diagram dari data orang lain;
·         menyusun bagan data orang lain;
·         menyadur pendapat orang lain.

C.     Jenis dan Contoh
1.    Kutipan Langsung
Kutipan langsung (direct quotation) adalah kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya sama persis dengan teks aslinya (yang dikutip). Dalam merujuk sumber kutipan di teks utama, sebutkan referensinya dengan menulis nama pengarang, tahun penerbitan, dan nomor halamannya.
Contoh :
·         Ratnawati (2006:148) menegaskan bahwa “Hasil pemilu 1999 dan pemilu 2004 secara gamblang menunjukkan bahwa PDI-P leading di Kabupaten Bantul.”
·         Menurut Miriam Budiardjo (1992:4-5), dalam pemilu yang menggunakan sistem distrik:
negara dibagi dalam sejumlah besar distrik pemilihan (kecil) yang kira-kira sama jumlah penduduknya. Jumlah penduduk distrik berbeda dari satu negara ke negara lain, misalnya di Inggris  jumlah penduduknya kira-kira 500.000 orang dan India lebih dari 1 juta orang. Karena satu distrik hanya berhak atas satu wakil, maka calon yang memperoleh suara pluralitas (suara terbanyak) dalam distriknya menang.
·         Berkenaan dengan kegiatan pembalakan liar (illegal logging), seorang tokoh masyarakat mengatakan bahwa ”kegiatan illegal logging di wilayah ini sudah sangat parah, dan upaya untuk membasminya seperti menegakkan benang basah” (Suparlan, wawancara, 21 Juli 2007).

2.    Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung (indirect quotation) merupakan kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya tidak sama dengan teks aslinya, melainkan menggunakan bahasa atau kalimat
penulis/peneliti sendiri. Dalam pengutipan ini, sumber rujukan harus disebutkan, baik dengan nomor halaman atau tanpa nomor halaman. Paling sedikit ada dua jenis kutipan tidak langsung atau ada dua cara dalam mengutip secara tidak langsung. Pertama, dengan meringkas, menyimpulkan, atau merujuk pokok-pokok pikiran orang lain.
Contoh :
·         Gelombang demokratisasi yang ada di dunia ini bisa dibagi menjadi tiga periode, yakni demokratisasi gelombang pertama yang berlangsung antara 1828-1926, demokratisasi gelombang kedua yang terjadi antara 1943-1962, dan demokratisasi gelombang ketiga yang dimulai dari tahun 1974 sampai tahun1990-an (Huntington 1991). Mengingat sekarang masih banyak rejim-rejim otoriter, apakah akan ada gelombang demokratisasi keempat?
·         Sistem distrik dan sistem proporsional adalah dua jenis sistem pemilihan umum yang paling populer, yang masing-masing sistem ini memiliki variannya sendiri-sendiri. Dalam sistem distrik, jumlah pemenangn yang akan menjadi wakil di parlemen—adalah satu orang, sedangkan dalam sistem proporsional jumlah wakil yang akan mewakili suatu daerah pemilihan adalah beberapa orang sesuai dengan proporsi perolehan suaranya (Budiardjo 1982:4).
·         Sebagaimana terjadi di beberapa negara sedang berkembang, di Indonesia juga ditemukan bahwa bahwa banyak kasus korupsi yang terjadi atas nama pemberantasan korupsi (Kompas, 11 Maret 2008).


Referensi:


Minggu, 30 November 2014

SURAT MENYURAT dan CURRICULUM VITAE

1.  Curriculum Vitae
Juga disebut CV, Dalam bahasa Indonesia diartikan dengan daftar riwayat hidup. CV menjadi salah satu syarat yang sangat penting dalam melamar sebuah pekerjaan. Karena CV adalah sebuah daftar riwayat hidup yang didalamnya memuat biodata, berbagai pengalaman kerja, atau pengalaman organisasi, serta daftar pendidikan yang telah dijalani. Selain itu CV bisa dimaknai juga dengan sebuah deskripsi singkat tentang diri seseorang dan hal-hal yang pernah dilakukan. Jadi, Curriculum Vitae lebih menjurus ke rangkuman kehidupan seseorang yang digunakan untuk memperkenalkan diri saat melamar pekerjaan. Fungsi CV sangatlah penting karena selain surat lamaran, hal berikutnya yang akan dilihat oleh penilai adalah CV. Cv yang baik bukan hanya memaparkan kehidupan diri dengan jujur, melaikan CV tersebut harus bisa mempromosikan diri di depan calon pemimpin.

Hal Hal yang Berhubungan dengan CV
A.   Komponen Utama
Secara umum, CV berisi tujuh komponen utama, yang terdiri dari:
1.    Biodata / Identitas
Mencantumkan identitas diri dengan jelas, seperti:
o  Nama Lengkap
o  Jenis Kelamin
o  Tempat dan Tanggal Lahir
o  Kewarganegaraan
o  Agama
o  Status Perkawinan
o  Tinggi dan Berat Badan
o  Alamat Lengkap
o  Telpon dan Hp
o  Email (Bila ada)
2.    Pendidikan
Mencantumkan pendidikan Formal dan pelatihan / kursus yang pernah diikuti, lengkap dnegan tahun masuk dan tahun lulus, jurusan, jenjang studi, dan nama lembaganya. Urutannya dimulai dari pendidikan formal terlebih dahulu, baru kemudian pendidikan non formal ( pelatihan, kursus, dsb).
3.    Kemampuan
Menguraikan secara singkat kemampuan diri yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Misalkan ingin melamar pekerjaan di bidang Akuntansi, maka jelaskan secara singkat bahwa anda memahami akuntansi dan administrasi, sistem perpajakan,  biasa bekerja menggunakan komputer. Tentu saja kemampuan - kemampuan yang anda tulis atau cantumkan tersebut harus benar - benar anda miliki. Jangan mencantumkan kemampuan yang tidak anda miliki.
4.    Pengalaman Kerja
Mencantumkan deskripsi singkat tentang pekerjaan pada perusahaan sebelumnya, lengkap dengan pangkat, jabatannya, jenis pekerjaan, prestasi (bila ada), tanggung jawab dan wewenang atas pekerjaan. Serta periode kerja, yaitu bulan dan tahun mulai menempati dan mengakhiri posisi tersebut.
5.    Pengalaman Organisasi (bila ada)
Cantumkan pengalaman organisasi yang relevan ( sesuai atau berhubungan ) dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut. Bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 5 ini.
6.    Referensi Kerja ( bila ada )
Bila memungkinkan, cantumkan referensi, yaitu orang yang bisa dihubungi oleh pihak penyeleksi lamaran kerja untuk menanyakan hal - hal penting seputar diri anda ( biasanya nama atasan dimana anda bekerja sebelumnya ).
Penting : Dalam hal pencantuman nama orang yang akan dijadikan referensi, anda harus sangat yakin bahwa orang tersebut benar - benar mengetahui tentang anda serta akan memberikan informasi positif mengenai diri anda. Seandainya anda ragu - ragu bahwa orang tersebut akan memberikan informasi positif tentang anda, maka anda tidak perlu mencantumkan referensi kerja tersebut ( lewati saja yang nomor 6 ini ).


7.    Pengalaman lain yang menunjang ( bila ada )
Cantumkan pengalaman lain yang menunjang “promosi anda”. Dan sebaiknya yang relevan dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut. Jika anda melamar untuk posisi pemrogram komputer, maka pengalaman anda sebagai Ketua RW atau juara bulutangkis, tentunya tidak relevan. Jadi bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 7 ini.

B.   Konsep Dasar
Menurut beberapa ahli di bidang sumber daya manusia, ada lima konsep dasar dalam membuat CV, kelima konsep dasar tersebut adalah sebagai berikut:
o    CV harus mampu memasarkan keterampilan anda dengan kualifikasi dan pengalaman anda
o    CV tidak boleh berfokus kepada masa lalu, harus bisa mewakili kemampuan anda saat ini
o    Penekanan harus diberikan kepada rencana anda untuk masa depan dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut
o    CV harus lebih menekankan prestasi apa yang telah dicapai saat melakukan pekerjaan tersebut
o    CV harus mencerminkan keterampilan dan kemampuan anda, bukan hanya tindakan sehari-hari yang biasa di tempat kerja.

C.        Kertas, Huruf, Foto, Dokumen Pendukung
Gunakan kertas putih polos
CV hendaknya polos tidak menggunakan background image (dasar bergambar). Sebaiknya jangan menggunakan form CV yang dijual di toko - toko.
Diketik dengan huruf standar surat resmi
CV jangan ditulis tangan, namun diketik. Gunakan huruf dengan ukuran dan jenis standar (warna hitam), contohnya font jenis Arial atau Times New Roman.
Foto terbaru
Lampirkan pas foto terbaru ukuran 3×4 atau 4×6. Sebaiknya gunakan pas foto berwarna, dan berpakaian resmi ( misalkan jas lengkap dengan dasi ).
Dokumen pendukung
Lampirkan dokumen atau bukti - bukti tentang hal - hal yang dituliskan dalam CV (Resume ), seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat atau penghargaan, dsb ( dokumen pendukung tersebut dalam bentuk photocopy ).
Agar dokumen pendukung yang dilampirkan tidak terlalu banyak, sebaiknya anda menyeleksi / menyortir dokumen mana yang paling penting dan relevan untuk dilampirkan.


Penting : Bila transkrip nilai anda tidak bagus, maka anda tidak perlu melampirkannya. Karena CV atau resume tersebut merupakan promosi diri anda. Namun, seandainya perusahaan penerima kerja meminta atau mensyaratkan untuk melampirkan transkrip nilai, barulah anda terpaksa melampirkannya. Sebaliknya jika transkrip nilainya bagus, anda justru harus melampirkannya.

Contoh CV


2.  Surat Menyurat
Secara umum surat adalah suatu sarana untuk menyampaikan informasi atau pernyataan secara tertulis kepada pihak lain baik atas nama pribadi (sendiri) ataupun karena kedinasan.
Surat juga merupakan wakil resmi dari yang mengirim untuk membicarakan masalah yang dihadapi. Secara singkat dapat diketemukan bahwa surat adalah alat komunikasi penting dalam tata kerja tata usaha.Apabila terjadi hubungan surat menyurat secara terus menerus dan berkesinambungan, maka kegiatan ini disebut surat menyurat atau lazimnya korespondensi.

Jenis – Jenis Surat
Menurut kepentingan dan pengirimnya, surat dapat dikelompokkan sebagai berikut:
Surat Pribadi
yaitu surat yang dikirimkan seseoarang kepada orang lain atau suatu organisasi / instansi. kalau surat ini ditujukan kapada seseoranng separti kawan atau keluarga, maka format dan bahasa surat relatif lebih bebas. akan tetapi, bila surat itu ditujukan kepada pejabat atau organisasi/instansi seperti surat lamaran pekerjaan, ajuan kenaikan golongan, atau pengaduan, maka bentuk dan bahasa surat yang digunakan harus resmi.
Surat Dinas Pemerintah
Surat dinas digunakan untuk kepentingan pekerjaan formal seperti instansi dinas dan tugas kantor. Surat ini penting dalam pengelolaan administrasi dalam suatu instansi Fungsi dari surat dinas yaitu sebagai dokumen bukti tertulis, alat pengingat berkaitan fungsinya dengan arsip, bukti sejarah atas perkembangan instansi, dan pedoman kerja dalam bentuk surat keputusan dan surat instruksi Ciri-ciri surat dinas:
Menggunakan kop surat dan instansi atau lembaga yang bersangkutan
Menggunakan nomor surat, lampiran, dan perihal
Menggunakan salam pembuka dan penutup yang baku
Menggunakan bahasa baku atau ragam resmi
Menggunakan cap atau stempel instansi atau kantor pembuat surat
Format surat tertentu
Surat Niaga
yaitu surat resmi yang dipergunakan oleh perusahaan atau badan usaha.
Surat Sosial
yaitu surat resmi yanng dipergunakan oleh organisasi kemasyarakatan yanng bersifat nirlaba (nonprofit).

Fungsi Surat Menyurat
Surat yang berfungsi sebagai salah satu alat komunikasi dalam dunia usaha dan perkantoran, dapat juga berfungsi sebagai:
Alat Bukti Tertulis
Adanya hitam di atas putih berguna untuk dijadikan bukti apabila terjadi perselisihan atau salah penafsiran antar kantor atau pejabat yang mengadakan hubungan korespondensi.
Alat Pengingat
Berguna untuk mengetahui hal-hal yang terlupa atau telah lama.
Bukti Historis
Berguna sebagai bahan riset mengenai keadaan atau aktivitas suatu organisasi pada masa-masa lalu.
Duta organisasi
Surat dapat mencerminkan keadaan mentalitas, jiwa dan kondisi intern dari organisasi atau kantor yang bersangkutan.
Pedoman
Surat juga merupakan pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan.
Cara Membuat Surat
Secara garis besar suatu surat dapat dikatakan baik apabila memenuhi kriteria berikut ini:

Surat disusun dengan teknik penyusunan yang benar, yaitu:
 
o    Penyusunan letak bagian-bagian surat (bentuk surat) tepat sesuai dengan aturan atau pedoman yang telah ditentukan.
o    Pengetikan surat benar, jelas, bersih, dan rapi, dengan format yang menarik.
o    Pemakaian kertas sesuai dengan ukuran umum.
o    Isi surat harus dinyatakan secara ringkas, jelas, dan eksplisit. Hal ini dimaksudkan agar penerima dapat memahami isi surat dengan cepat, tepat, tidak ragu-ragu dan pengirim pun memperoleh jawaban secara cepat sesuai yang dikehendaki.
o    Bahasa yang digunakan haruslah bahasa Indonesia yang benar atau baku, sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, baik mengenai pemilihan kata, ejaan, bentuk kata, maupun kalimatnya. Selain itu, bahasa surat haruslah efektif. Bahasa surat juga harus wajar, logis, hemat kata, cermat dalam pemilihan kata, sopan, dan menarik. Nada surat harus hormat, sopan dan simpatik. Sedapat mungkin hindari pemakaian bahasa asing yang padanannya sudah ada dalam bahasa Indonesia. 

Untuk menyusun surat yang baik, penulis harus mengindahkan hal-hal berikut:
1.        Menetapkan lebih dahulu maksud surat, yaitu pokok pembicaraan yang ingin disampaikan kepada penerima surat, apakah itu berupa pemberitahuan, pernyataan, pertanyaan, permintaan, laporan atau hal lain.
2.        Menetapkan urutan masalah yang akan dituliskan.
3.        Merumuskan pokok pembicaraan itu satu persatu secara runtut, logis, teratur dengan menggunakan kalimat dan ungkapan yang menarik, segar, sopan, dan mudah ditangkap pembaca.
4.        Menghindarkan sejauh mungkin penggunaan singkatan kata atau akronim, lebih-lebih yang tidak biasa atau singkatan bentuk sendiri.
5.        Memperhatikan dan menguasai bentuk surat dan penulisan bagian-bagiannya.
6.        Mengikuti pedoman penulisan ejaan dan tanda baca sebagaimana digariskan oleh Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Pembentukan Istilah dalam Bahasa Indonesia.
Syarat lain yang harus dipenuhi dalam menyusun surat yang baik ialah
A.        Memahami kedudukan masalah yang dikemukakan
B.        Memahami peraturan-peraturan yang terkait dengan masalah itu
C.        Mengetahui posisi dan bidang tugasnya
D.       Hal-hal yang terkait dengan ketatausahaan.

Contoh

1. Surat Pribadi
Jakarta,4 Agustus 2008
Sahabatku Dina
Jalan Merpati 3
Bandung
Assalamualaikum Wr.Wb.
Halo,apa kabar,baik baik saja kan? Aku dan keluargaku dalam keadaan sehat walafiat.
Mudah mudahan kabarmu juga seperti itu.Apa di Bandung hujan terus sepanjang hari? Di Jakarta hamper setiap hari hujan lo
Din, bulan depan kan udah mulai libur sekolah, apa kamu punya rencana liburan ke luar kota? Kalau tidak aku ingin berkunjung ke rumahmu.Aku ingin melihat indahnya keindahan kota Bandung dan berlibur bersamamu
Sekian dulu surat dariku kapan kapan kita sambung lagi.Kutunggu balasan suratmu.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Sahabatmu,

2.Surat Sosial
SURAT EDARAN
Nomor: ……….
Dalam rangka menerapkan disiplin tinggi masyarakat di ……. (nama tempat), perlu kami sampaikan beberapa hal mengenai jadwal pembuangan sampah harian sesuai dengan peraturan pemerintah No. …, yaitu sebagai berikut.
1.    ………….
2.    ………….
3.    ………….
4.    ………….
5.    …………
Selanjutnya, operasi rutin pengawasan dan penertiban pelaksanaan peraturan ini akan dilaksanakan oleh tim gabungan dari instansi terkait. Barang siapa melanggar ketentuan dengan sengaja maka akan diterapkan tindak tegas pada yang bersangkutan. Apabila ada yang ingin mengajukan pengaduan, silahkan menghubungi nomor telepon bebas pulsa ke xxx xxx xxx.
  Demikian surat edaran ini agar diperhatikan dan dilaksanakan demi kelancaran ketertiban lingkungan rumah tinggal kita.
_______,  ___  _______ 2010
………………………
………………………



REFERENSI