Kamis, 30 April 2015

THE USE OF GADGET FOR CHILDREN

Gadget was one of the technology advancement which affected the way of thinking and to the way of life.A man who was a gadget for addiction to provide all facilities and district facilities.To everything there is to make human gadget was only for the fingers.We can walk across the continent ' s only just click it.

In addition to many benefit of users , ease offered gadget is also carrying negative influence especially if in a give to children without supervision from both parents .The game to traditional games began many leave , children prefer application contained in gadget or playing games of the player .But if used wisely , gadgets can support the potential of children .

a.      Cultural Aspect
By the presence of the use of gadgets and features a game they are new semakij make a child do well with gadgets them, so many of them lose sight of their obligations as do their tasks school or help their parents .They become lazy and tend to be able to socialize directly with their friends .

b.      Educational Aspect
In modern day , the world gadgets lots in the presence of higher education .The child gets easily access the information that they want to know through their gadgets .But if it does not controlled and supervised wisely , it is possible they can access the site that illegal and can impact on child psychology .

c.       The nations characteristic
In the modern life, technology development is so fast and give effect to many people. The gadget makes the children not miss the information and can help them to learn. Children are the next generation of this nation. Don’t let the children become very dependent on the gadget. Parents should train their children to become independent and dicipline. Therefore, the excess use of electronics and gadgets should be and can be controlled by parents.
 

Minggu, 29 Maret 2015

MEMO



Apa yang dimaksud dengan memo ?
Sebuah memo atau memorandum adalah :
o     Dokumen dalam bentuk tulisan di kertas
o     Digunakan untuk berkomunikasi dalam organisasi
o     Biasanya pendek
o     Berisikan Untuk/Kepada, Dari , Tanggal, Judul,  and Isi Pesan
o     Tidak perlu untuk ditandatangani , tapi kadang-kadang memiliki nama pengirim di bagian bawah untuk menjadi lebih ramah , atau nama lengkap pengirim agar lebih formal .Jika ragu , mengikuti gaya perusahaan anda .

Mengapa menulis memo ?
Catatan yang berguna dalam situasi di mana pesan teks atau e-mail yang tidak cocok .Misalnya , jika anda akan mengirim sebuah objek , seperti sebuah buku atau kertas yang harus ditandatangani , internal melalui kantor pos , anda dapat menggunakan sebuah memo sebagai penutup semua untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan penerima

Bagaimana menulis memo
Memo harus memiliki bagian dan konten sebagai berikut :
1.      Bagian “untuk” mengandung nama dari penerima. Untuk catatan informal, penerima  diberikan nama singkat misalnya “ untuk: Andy “  . Untuk lebih formal, catatan menggunakan nama lengkap si penerima .Jika penerima adalah di lain departemen, maka menggunakan nama lengkap dan departemen nama. Hal ini biasanya tidak perlu untuk menggunakan Tn, Ny, atau Nn kecuali memo sangat formal.
2.      Bagian  “dari” mengandung nama pengirim . Catatan untuk bentuk informal , cukup diberikan nama singkat misalnya “Dari : Bill“  .Untuk lebih banyak catatan resmi , biasanya menggunakan nama lengkap pengirim . Jika penerima berada di departemen lain maka , menggunakan nama lengkap dan nama departemen .Hal ini biasanya tidak perlu untuk menggunakan Tn, Ny maupun Nn kecuali memo yang sangat formal .
3.      Bagian “Tanggal” .Untuk menghindari kebingungan antara sistetangg Inggris dan Amerika tulis bulan sebagai kata atau singkatan; misalnya' Januari ' atau ' Jan.
4.      Bagian Judul
5.      Isi Pesan
Kecuali memo adalah catatan singkat , sebuah pesan memo harus terorganisir dengan baik  yang  mengandung uraian berikut :
·         Situasi - pengenalan atau tujuan dari memo
·         Masalah ( opsional ) - misalnya: ' sejak dengan berpindah ke kantor baru di kowloon bay , staf mengalami kesulitan untuk menemukan sebuah di dekatnya tempat untuk membeli makan siang . '
·         Solusi ( opsional ) - misalnya: “ menyediakan oven microwave di dapur akan memungkinkan staf untuk membawa dengan cara mereka sendiri  dan memanaskan ulang makanan mereka . “
·         Tindakan - ini mungkin yang sama dengan solusi atau bagian dari solusi yang harus dijalankan. Misalnya  “ Kami akan sangan menghargai jika anda memgotorisasi hingga $3000 “
·         Kesopanan – Anda ingin menghindari penerima menolak untuk mengambil  tindakan maka merupakan hal yang penting untuk mengakhiri dengan ungkapan yang  sopan misalnya, “sekali lagi, terima kasih atas dukungan anda” , atau lebih secara informal  “terima kasih “ .

6.      Tanda Tangan

Selasa, 20 Januari 2015

Daftar Pustaka

1.      Pengertian Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah semacam rujukan seorang penulis dalam menyusun karyanya. Daftar pustaka dapat kita temukan di makalah, laporan penelitian, skripsi maupun essay. Daftar pustaka penting perananya dalam sebuah karya tulis. Sebuah karya tulis besar yang tidak memiliki daftar pustaka bisa saja diragukan kebenarannya.
Definisi Daftar Pustaka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit dsb yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun berdasarkan abjad. Daftar sendiri didefinisikan sebagai catatan sejumlah nama atau hal yang disusun berderet dari atas ke bawah.

2.      Cara Membuat Daftar Pustaka
a.       Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari internet :
·         tulis nama,
·          tulis (tahun buku atau tulisan dibuat dalam tanda kurung) setelah itu beri (tanda titik),
·         tulis judul buku/tulisannya lalu beri (tanda titik) lagi,
·         tulis alamat websitenya gunakan kata (from) untuk awal judul web dll setelah itu beri tanda koma,
·         tulis tanggal pengambilan data tersebut.

b.      Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku :
·         penulisan nama untuk awal menggunakan huruf besar terlebih dahulu setelah nama belakang ditulis beri (tanda koma), dimulai dari nama belakang lalu beri (tanda koma) dan dilanjutkan dengan nama depan,
·         tahun pembuatan atau penerbitan buku,
·         judul bukunya ingat ditulis dengan mengunakan huruf miring setelah judul gunakan (tanda titik),
·         tempat diterbitkannya setelah tempat penerbitan gunakan (tanda titik dua), dan
·         penerbit buku tersebut diakhiri dengan (tanda titik).

c.       Penulisan daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam buku yang sama :
·         tulis nama belakang dari penulis yang pertama setelah nama belakang beri (tanda koma) lalu tulis nama depan jika nama depan berupa singkatan tulis saja singkatan itu setelah nama pertama selesai beri (tanda titik) lalu beri (tanda koma) untuk nama kedua / ketiga ditulis sama seperti nama sali alis tidak ada perubahan, yang berubah penulisannya hanya orang pertama sedangkan orang kedua dan ketiga tetap. Setelah penulisan nama kedua selesai, nah jika tiga penulis gunakan tanda dan (&) pada nama terakhir begitupula jika penulisnya hanya dua orang saja, setelah penulisan nama selesai,
·         tahun pembuatan atau cetakan buku tersebut dengan diawali [tanda kurung buka dan kurung tutup/ (  )] setelah itu beri (tanda titik).
·         judul buku atau karangan setelah itu beri (tanda koma) dan ditulis dengan huruf miring ok.
·         yaitu penulisan tempat penerbitan/cetakan setelah itu beri tanda titik dua
·         nama perusahaan penerbit buku atau tulisan tersebut dan diakhiri (tanda titik).  Untuk gelar akademik tidak ditulis dalam penulisan daftar pustaka.

3.      Contoh Daftar Pustaka
a.     Contoh Daftar Pustaka dalam pengambilan data dari internet :
lbarda (2004). Strategi Implementasi TI untuk Tata Kelola Organisasi (IT Governance).From http://rachdian.com/index2.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=27&Itemid=30, 3 August 2008

b.    Contoh daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku :
·      Peranginangin, Kasiman (2006). Aplikasi Web dengan PHP dan MySql. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
·      Soekirno, Harimurti ( 2005). Cara Mudah Menginstall Web Server Berbasis Windows Server 2003. Jakarta: Elex Media Komputindo.
             
c.     Contoh daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam buku yang sama :
·      Suteja, B.R., Sarapung, J.A, & Handaya, W.B.T. (2008). Memasuki Dunia E-Learning, Bandung: Penerbit Informatika.
·      Whitten, J.L.,Bentley, L.D., Dittman, K.C. (2004). Systems Analysis and Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill Education.


Referensi:


Kutipan

A.    Pengertian Kutipan
Kutipan adalah pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama ketika ekspresi dikutip terkenal atau eksplisit dihubungkan dengan kutipan ke sumber aslinya, dan ditandai oleh (diselingi dengan) tanda kutip. Kutipan adalah suatu kata yang mungkin semua orang belum tahu apa maksudnya. Kutipan juga merupakan suatu gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
B.     Cara Mengutip
1.      Kutipan langsung dapat dilakukan dengan cara:
·         dalam bentuk aslinya, tidak disingkat, tidak dipotong, dan tidak diterjemahkan;
·         dalam bentuk terjemahan;
·         dalam bahasa aslinya, kemudian diterjemahkan;
·         atau aslinya dimasukkan dalam lampiran, dan terjemahannya dimasukkan dalam teks.
2.      Kutipan tidak langsung dapat dilakukan dengan cara:
·         menggunakan kata-kata sendiri, akan tetapi pengertiannya tidak berbeda dengan ide/bahan/data orang lain yang dikutip;
·         membuat tabel, peta, diagram dari data orang lain;
·         menyusun bagan data orang lain;
·         menyadur pendapat orang lain.

C.     Jenis dan Contoh
1.    Kutipan Langsung
Kutipan langsung (direct quotation) adalah kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya sama persis dengan teks aslinya (yang dikutip). Dalam merujuk sumber kutipan di teks utama, sebutkan referensinya dengan menulis nama pengarang, tahun penerbitan, dan nomor halamannya.
Contoh :
·         Ratnawati (2006:148) menegaskan bahwa “Hasil pemilu 1999 dan pemilu 2004 secara gamblang menunjukkan bahwa PDI-P leading di Kabupaten Bantul.”
·         Menurut Miriam Budiardjo (1992:4-5), dalam pemilu yang menggunakan sistem distrik:
negara dibagi dalam sejumlah besar distrik pemilihan (kecil) yang kira-kira sama jumlah penduduknya. Jumlah penduduk distrik berbeda dari satu negara ke negara lain, misalnya di Inggris  jumlah penduduknya kira-kira 500.000 orang dan India lebih dari 1 juta orang. Karena satu distrik hanya berhak atas satu wakil, maka calon yang memperoleh suara pluralitas (suara terbanyak) dalam distriknya menang.
·         Berkenaan dengan kegiatan pembalakan liar (illegal logging), seorang tokoh masyarakat mengatakan bahwa ”kegiatan illegal logging di wilayah ini sudah sangat parah, dan upaya untuk membasminya seperti menegakkan benang basah” (Suparlan, wawancara, 21 Juli 2007).

2.    Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung (indirect quotation) merupakan kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya tidak sama dengan teks aslinya, melainkan menggunakan bahasa atau kalimat
penulis/peneliti sendiri. Dalam pengutipan ini, sumber rujukan harus disebutkan, baik dengan nomor halaman atau tanpa nomor halaman. Paling sedikit ada dua jenis kutipan tidak langsung atau ada dua cara dalam mengutip secara tidak langsung. Pertama, dengan meringkas, menyimpulkan, atau merujuk pokok-pokok pikiran orang lain.
Contoh :
·         Gelombang demokratisasi yang ada di dunia ini bisa dibagi menjadi tiga periode, yakni demokratisasi gelombang pertama yang berlangsung antara 1828-1926, demokratisasi gelombang kedua yang terjadi antara 1943-1962, dan demokratisasi gelombang ketiga yang dimulai dari tahun 1974 sampai tahun1990-an (Huntington 1991). Mengingat sekarang masih banyak rejim-rejim otoriter, apakah akan ada gelombang demokratisasi keempat?
·         Sistem distrik dan sistem proporsional adalah dua jenis sistem pemilihan umum yang paling populer, yang masing-masing sistem ini memiliki variannya sendiri-sendiri. Dalam sistem distrik, jumlah pemenangn yang akan menjadi wakil di parlemen—adalah satu orang, sedangkan dalam sistem proporsional jumlah wakil yang akan mewakili suatu daerah pemilihan adalah beberapa orang sesuai dengan proporsi perolehan suaranya (Budiardjo 1982:4).
·         Sebagaimana terjadi di beberapa negara sedang berkembang, di Indonesia juga ditemukan bahwa bahwa banyak kasus korupsi yang terjadi atas nama pemberantasan korupsi (Kompas, 11 Maret 2008).


Referensi: